Search

Selasa, 10 Maret 2015

Mamaku Pahlawanku




Dihari ini aku merasakan suatu sensasi (KICK) yang luar biasa.. hari ini bagaikan hari dimana pertarungan hidup yang sesungguhnya akan dimulai. Begitu bersemangat. Hingga aku harus melanggar skedul untuk tidur sedikit agak larut. Hal ini tak terlepas dari banyaknya motivasi, terutama motivasi dari dalam diri sendiri, kemudian motivasi dari orang tua, keluarga, sahabat, lingkungan, dll. Karena biasanya aku terlalu selow menjalani sesuatu. Dan saking sangat bersemangatnya, aku sedikit geregetan untuk berjumpa dengan matahari esok pagi, ingin segera bertemu dan  bertempur dengan banyaknya cobaan yang siap menghadang dan menghalangi langkahku yang siap untuk maju. Banyak persiapan yang mesti ku lakukan untuk hari ini. Mulai dari niat yang sungguh-sungguh, membuat skedul mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, Menciptakan kata-kata penyemangat yang di tempel di setiap sudut kamar, pintu, mading. selalu berusaha, sabar dan selalu berdoa, dll, dan selalu menuliskaan logo <3 MAMA, dan itu merupakan penyemangat mutlak dalam sebuah kata-kata penyemangat yang ku tulis.  Aku perempuan yang beruntung, walaupun masih banyak perempuan-perempuan yang sangat beruntung dariku, aku bersyukur untuk keberuntunganku. Bagiku, brokenhome bukan suatu penghalang untuk tetap menjadi diriku yanng selalu tampak bahagia, meski terkadang kesedihanpun harus tetap terbalut dengan kertas keceriaan walaupun nanti lama kelaman akan tampak remuk.  Justru aku sangat bersykur untuk brokenhome dalam hidupku, karena dari situ aku belajar menjadi oraang yang tegar yang kuat, ya.. tak ubahnya seperti mamaku yang menjada hampir 8 tahun dan menjadi tulang punggung keluarganya. Untungnya anaknya Cuma satu, aku. Satu aja udah susah diatur apalagi banyak,  itu kata mamaku kalau aku tiba-tiba berfikir ingin punya teman bermain.  Mamaku, awal dari motivasiku setelah diriku sendiri. Dia sungguh wanita yang kuat, tegar, sabar, berdikari dengan usaha yang dulunya dimodali oleh alm kakek dan almh nenekku, pekerja keras, dan tentunya sangat aku cintai. keadaan sedikit berubah setelah 8 tahun berdikari, mamaku bertemu pria idamannya, begitu juga papaku. Dan merekapun menikah dan punya momongan ( happy ending).  STOP!!! Ceritanya masih panjang…. Belum bosankan? LANJUUUT
Perubahan yang terjadi sedikit menggangguku, mengganggu psikologisku, namun lama-lama aku menjadi biasa.  Sejak saat itu aku dan mamaku sangat jarang berbicara like mother and daughter. Yaah begitulah keadaannya, tak bisa dipungkiri. Bahkan perubahan itu menyurutkanku untuk sekedar berbagi cerita, curhat, ataupun bermanja.  Dulu aku sosok anak perempuan pemalas, malas nolongin orangtua, sebenarnya bukan malas, hanya saja terkadang aku kurang suka dengan cara mamaku, nakal, sensasional, yah gitu deh. Yah namanya juga orangtua, kadang kebanyakan ngomelnya.  Singkat ceritanya mamaku lebih perhatian sama adekku daripada aku, itu menurutku, mungkin karena banyak faktor atau mungkin aku nya yang kekanak-kanakan. Dan pada suatu ketika terjadi sebuah insident dimana aku dan mamaku seperti musuh bebuyutan. Disaat itulah aku tambah bersemangat menjadikannya inspirator dalam hidupku secara mutlak walaupun pada saat itu aku berfikir untuk tidak menganggapnya mamaku dan menganggap tanteku sebagai mama kandungku. Luar biasa bukan.??
Itu salah satu keajaiban dari brokenhome, mau tau yang lebih banyak lagi? Oke, fine aku kasih beberapa keuntungan brokenhome .
1.     Kamu bakal punya banyak papa dan banyak mama
2.     Kamu bakal punya banyak nenek dan kakek
3.     Punya banyak saudaaaraa.
4.     Kamu punya banyak kakak, dan abang.
5.     Kamu juga akan punya banyak uangsaku

Cukuplah segitu aja, kalau mau tau keuntungannya lebih banyak lagi, monggo dicoba, ada yang berminat? :D

Hal yang paling sangat membuatku bersemangat menjadikannya motivator mutlak dalam hidupku adalah pengorbanan beliau mulai dari membuahi hingga membesarkanku, itu pada umumnya. Khususnya adalah karena suatu perubahan yang aku ceritakan sebelumnya, mamaku selalu menganggap aku biasa-biasa aja nggak istimewa. Mungkin sekarang masih biasa, ma. Tunggu lah setahun lagi, ma. Aku akan menjadi orang sukses sebagaimana yang kau inginkan. Aku akan menjadi anak yang berbakti yang selalu menolongmu seperti yang  kau harapkan. Akan ku tunjukkan pada semua orang, ma. Kalau kau bangga memilikiku dengan segala keunikkanku, dan aku sangaat sangat bersyukur, beruntung memilikimu, ma.
My mother is my inspiration and motivation in my life.
LOVE YOU MOM..
SEMANGAT, RADHA (ini juga motivasi paling mujarab yang selalu aku tulis ketika aku mulai malas, tak bersemangat, down.)

Mahasiswa vs Media Informasi



Teman-teman jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sempat di buat sibuk dan di tuntut untuk menjadi analisator dadakan untuk meganalisis acara Televisi (TV) yang di berikan oleh dosen mata kuliah Informasi Dalam Konteks Sosial (IDKS) . bagaimana tidak, temen-temen (termasuk saya) yang biasanya tidak suka menonton sebagian acara televisi mau tidak mau harus menonton secara keseluruhan sajian acara televisi di Indonesia, mulai dari sinetron, komedi, berita, talk show, reality show, iklan, kartun dan infotaiment. Hal ini terkait tugas analisis acara TV untuk menentukan mana acara yang baik dan yang tidak baik untuk di tonton  masyarakat Indonesia.
Hal ini sungguh memberatkan, karena mayoritas mahasiswa hanya terbiasa menonton sebagian saja dari seluruh rangkaian acara televisi, semisal berita. Bagi mahasiswa menonton berita mungkin merupakan suatu kewajiban, mengingat statusnya sebagai agen of change tentu mereka akan senantiasa up to date terhadap perkembangan-perkembangan politik dan kebangsaan. Tetapi bagaimana jika kita harus menonton sinetron? Tentu hal ini akan menimbulkan semacam rasa alergi bagi sebagian mahasiswa (termasuk saya). Karena sejak pertama kali menjadi seorang mahasiswa, kita sudah diajari membaca buku dan berfikir kritis terhadap persoalan-persoalan yang nyata. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan apa yang ada dalam sinetron, yang cenderung “lebay” dan mengada-ada saja.
Sastrawan ternama D.Zawawi Imron pernah mengatakan bahwa menonton sinetron merupakan proses menuju pelemahan mental. Ini bukanlah semata-mata hanya statement belaka mengingat hal-hal yang disajikan dalam sinetron saat ini memang hampir tak ada yang bersifat edukatif dan informatif. Ini tentu sedikit mempersulit kami untuk menentukan sinetron mana yang baik dan layak di tonton oleh masyarakat. Berbeda halnya dengan kartun misalnya, dalam konteks ini tugas kami untuk menentukan acara kartun yang baik sedikit mudah. Karena selain ada sebagian kartun yang memang mengangkat sejarah-sejarah lokal dan nasional, baik dalam konteks agama maupun tokoh juga kebanyakan film kartun memang di buat untuk tujuan-tujuan yang bersifat edukatif, karena objeknya adalah anak-anak.
Namun ada satu yang membuat kami senang sekaligus kami anggap sebagai bentuk protes meskipun dalam ruang yang lebih sempit (hanya sebatas tugas opini), yaitu menentukan dan menganalisis berita. Bagi kami para mahasiswa, berita-berita seputar perkembangan dan situasi nasional sangatlah penting bahkan bisa dibilang sebagai kebutuhan sehari-hari layaknya makanan. Tapi sudah menjadi rahasia umum bahwa pemberitaan akhir-akhir ini tidak lagi menjadi media informasi yang akurat bagi masyarakat, sudah banyak stasiun televisi swasta yang cenderung bersifat politis dan subjektif dalam menyampaikan berita. Dan lebih miris lagi ada sebagian stasiun televisi yang memang dimiliki oleh tokoh-tokoh politik di negri ini sehingga kemudian di jadikan semacam “tunggangan” politik untuk menaikkan citranya. Hal ini jelas sangat di sanyangkan, mengingat seyogyanya media-media nasional menjadi penengah dan pusat informasi yang akurat dan objektif bagi masyarakat sehingga seluruh masyarakat indonesia bisa ikut berpartisipasi-aktif dalam mengkritisi persoalan-persoalan kebangsaan.
Hal inilah yang kami rasakan ketika harus dihadapkan dengan tugas analisis kali ini. Namun secara keseluruhan, tugas ini memang menuntut sikap kritis dari mahasiswa khususnya para pustakawan untuk benar-benar seksama dalam mengkonsumsi sajian acara-acara di televisi. Karena kalau tidak, hal ini bisa berakibat buruk terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Minggu, 08 Maret 2015

Orang bodoh yang berambisi lebih berbahaya daripada orang pintar yang diam

Komunitas? Apa sih komunitas?



Komunitas adalah sekumpulan orang-orang yang mempunyai  kesamaan seperti sifat, hobi,  kesukaan ,dll. Komunitas biasanya bersifat informal, cenderung bebas dan tidak mempunyai tujuan yang jelas atau sekedar ekspresi  jiwa, tergantung chemistry anggotanya.

Suatu komunitas ibarat sebuah kapal, setiap penumpangnya harus slap-slap dengan helm (Henrik Ibsen)

Terlalu banyak komunitas yang saya geluti mulai dari sekolah dasar, namun saya hanya akan menguraikan salah satu diantara yang banyak.  Komunitas yang satu ini sangat dekat dengan kehidupan saya. Komunitas tari, karena hobi saya menari dan menari sudah menjadi bagian dari hidup saya, seakan saya lebih galau karena  tidak dapat menari daripada putus cinta atau jomblo.
Komunitas ini bernama Adab Dance Community, komunitas ini mungkin tak asing lagi. Karena sudah pernah saya singgung sedikit pada tulisan saya sebelumnya. Bertemu dengan ADC pada saat semester satu di salah satu universitas di jogja. Lebih tepat nya di Fakultas Adab dan Ilmu budaya, UIN SUKA. Beranggota  lebih kurang sebelas orang pada saat itu. Dan semua anggota terdaftar memang punya hobi yang sama dengan saya menari, namun ada juga yang ingin menambah pengalaman dibidang seni tari, atau yang dulunya sama sekali tidak bisa nari ingin lihai menari. Karena seseorang juga dapat dinilai dari bagaimana dia mampu memainkan tubuhnya menjadi lebih gemulai, energik, dan banyak hal lagi. Awalnya hanya sekedar hobi yang sama, namun lama kelamaan komunitas ini mulai banyak dikenal, khususnya warga fakultas adab dan ilmu budaya. Di komunitas ini saya tidak hanya diajarkan bagaimana cara menari, saya juga diajarkan bagaimana menyatukan emosi banyak orang yang berbeda-beda namun dapat menyatu dengan sebuah tarian. Bagaimana menghargai satu sama lain dalam sebuah penciptaan gerak, bagaimana cara menciptakan sebuah kostum yang pas dan menarik, bagaimana cara mendandani diri sendiri sesuai dengan penampilan.
Di ADC,  kami tidak hanya belajar tari lokal, seperti tari khas jogja, namun juga tari nusantara. Kami juga belajar tarian mancanegara, seperti tarian arab, hiphop, dan tari india. Dikomunitaas ini juga saya tidak hanya sekedar mengembangkan kreatifitas namun juga mampu menghasilkan uang. Jadi, kreatifitas makin ooke pendapatannya juga makin kece.
Tujuan komunitas ini pada dasarnya ingin melestarikan kebudayaan indonesia khususnya dibidang seni tari. dilain hal komunitas ini ingin mengembalikan minat di kalangan anak-anak khususnya remaja bahwasanya tarian khas indonesia lebih kece badai dan patut dijaga agar nantinya juga tidak mudah diklaim oleh negara lain seperti yang sudah-sudah. Apalagi buat kaum adam, terkadang mereka gengsi untuk menari tarian nusantara sendiri, karena tertanam di otaknya menari hanya untuk perempuan, atau penari pria dibilang lekong. Padahal tidak. Mari ubah mindset yang seperti itu untuk, boys.

keluarga besar ADC

pose ADC 

Orang yang cerdas melihat setiap halangan sebagai peluang untuk mengasah potensi, disaat orang lain menganggap setiap halangan sebagai alasan yang menyebabkan kegagalannya."Amatory". maka asahlah potensi yang kamu punya dari sekarang dengan bergabung dengan komunitas-komunitas. Dan jangan pernah meragukan kemampuan “merubah dunia” yang datang dari sekelompok kecil orang-orang yang memiliki komitmen tinggi. Sebenarnya, Cuma hal itulah yang sanggup merubah dunia. (Margaret Mead).


Selasa, 10 Februari 2015

tarianku



ME and DANCING
Menari bukan hanya sekedar memutar tangan, memindahkan kaki dari kanan ke kiri kemudian sebaliknya atau bahkan tak hanya sekedar melenggokkan pinggul kesana kemari. Menari itu merupakan keajaiban luar biasa dimana seseorang mampu mengungkapkaan perasaan, menyampaikan pesan tersirat, bahkan mampu berkomunikasi dengan para penikmatnya. Keajaiban ini seolah-olah datang beriringan dengan muculnya cabang bayi di dalam perut seorang perempuan luar biasa yang telah melahirkan saya.  
Sesuai dengan nama yang diberikan kepada saya, RADHA. Para pecinta film India mungkin tidak asing lagi dengan nama ini, karena asal nama Radha itu sendiri di ambil dari aktor film india , dan juga merupakan seorang istri salah satu dewa kepercayaan agama hindu, yaitu khresna, itu salah satunya. Dan jika kalian sudah ada yang pernah menonton film Student of the year, kalian pasti tahu dengan Radha, karena mereka  menyanyikan salah satu lagu yang berjudul Radha. Kereen bukan nama Radha?  Sebenarnya masih banyak lagi sih. Dan biasanya perfilman India sangat identik dengan sebuah tarian dan nyanyian, kenapa?? Coba deh lihat film india, semuanya pasti menari, apapun ekpresinya atau yang sedang dialami mereka, baik itu senang, bahagia, sedih, terluka pasti mereka akan bernyanyi sambil menari. Dan hal itu  juga yang mungkin merupakan hoby dari orang tua baik itu papa maupun mama. Singkat cerita dulunya mereka sangat senang dengan film india. Mungkin semasa berbadan dua dulu mama saya sangat sering menonton film india sambil menarikan tarian ala aca aca, mungkin. Atau bahkan jangan-jangan ketika saya lahir, saya bahkan sudah menari duluan sambil di iringi musik cayya cayya. Heheh…
Saya begitu tertarik dengan yang namanya tari-menari, jangankan ada musik, nggak ada musik pun saya juga pasti ingin menari, baik itu dengan musik imajinasi ataupun musik alamiah dari mulut, tangan, atau hentakan kaki saya sendiri. Dari umur 3 tahun saya sering mendengarkan lagu anak-anak sambil menari-nari sendiri, dan itu sangat lumrah ketika masa balita. Ketika masuk TK, saya sudah mulai ikut lomba-lomba tari anak-anak. Ketika SD pun begitu, tapi bukan tari anak-anak lagi sudah. Begitu juga ketika SMP, kebetulan saya SMP nya mondok di salah satu pesantren modern di Sumatera Barat, lebih tepatnya di Padang Panjang.  Waktu di pondok, justu menari itu lumayan susah, kenapa?? Karena, kata para ustad/ustadzah, menari itu identik dengan melenggokan pinggul, sehingga tidak baik jika harus mempertontonkan lekukan tubuh kepada orang banyak, apalagi yang bukan mahram. Kalau mau tampil di Pensi pun, ya yang biasa-biasa aja narinya, no power dan nggak energik. Ya gitu deh, kalau mau tarian yang energik narinya harus sembunyi-sembunyi, terus videoin sendiri, terus tariannya di sebar lewat flasdisk. Itu waktu jamannya mondok.
Waktu saya masuk MAN, alhamdulillah saya bersyukur banget karena sekolah tersebut menyediakan exskul tari. jadinya, saya dapat dengan mudah mengembangkan bakat saya di bidang yang satu ini. Saya belajar tari khas Sumatera Barat, kemudian ikut Dance Competition DBL dan TAX, kemudian menciptakan tari kreasi nusantara.
Namun hal demikian tidak banyak mendapatkan dukungan dari keluarga, sering kali saya di peringati untuk segera berhenti melakukan kegiatan-kegiatan semacam itu. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap berkreatifitas, justru malah membuat saya semakin beergairah melakukannya, walaupun, untuk pergi  latihan saya selalu beralasan ngerjain tugas kelompok atau ada les tambahan.
Dan kemudian, dilanjutkan di UIN Sunan Kalijaga, waktu itu saya sibuk nanya-nanya tentang UKM tari, tapi ternyata malah ora ono. Saya kan sedikit kecewa, sedih.. ahh, nggak gitu-gitu juga kali. Nggak beberapa lama masuk kampus, ternyata ada Stand pendaftaran tari yang di naungi oleh BEM-F Adab dan Ilmu Budaya. Saya excited banget jadinya, buru-buru aja daftar. Singkat cerita saya ngumpul, kemudian perkenalan, dan memilih tari apa yang mau di pelajari.
Tari pertama saya waktu itu adalah tari Jaipong, tarian yang berasal dari Jawa barat, ditampilkan oleh 5 orang termasuk saya sendiri pada acara Pekan Budaya yang di selenggarakan oleh Fakultas Adab dan Ilmu Budaya tahun 2013.
Penampilan Tari jaipong pada acara malam puncak Pekan Budaya 2013
 
Sebelumnya komunitas ini hanya di namai Tari Bem-f, namun dengan berjalannya waktu, setelah kita membuka pendaftran gelombang kedua, nama Tari Bem-f diganti dengan nama baru, yaitu Adab Dance Community, kalangan fakultas biasa mengenal kami dengan sebutan ADC. Kemudian tawaran menari membanjiri komunitas ini di kalangan UIN SUKA, untuk mengisi  acar baik acara hiburan, opening ceremonial, closing, dan berbagai undangan lainnya.
Kemudian ADC mulai menggarap bebeberapa tarian untuk produksi tari yang pertama, dalam penggarapan tersebut ada semacam workshop yang mana pembicaranya didatangkan langsung dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang merupakan ahli di bidang produksi tari, kemudian juga ada workshop dalam hal tata rias/ make up serta kostum.
Dalam produksi tari tersebut saya mendapatkan tari Arab (Arabic Dance) dengan 4 anggota dari berbagai jurusan di FAIB.

Foto bersama dengan Pak Patah dan jajaran BEM-F serta para penyair muda FAIB

Arabic Dance berpose

saya bersama salah satu mahasiswi seni tari UNY

Setelah produksi tari pertama yang luar biasa, saya mulai ingin mencoba menciptakan sebuah tarian modern, yang menurut saya, basic saya lebih ke tarian moderen.  Pada salah satu organisasi Ektra kampus, saya di tunjuk sebagai koordinartor bagian seni  tari dalam Korp saya. Awalnya saya mengajarkan Tari pasambahan yang berasal dari Sumatera barat. Uniknya, dari segi kostum, tarian ini mengenakan kebaya seperti tarian jawa. Mungkin kalau orang minang tau, saya bakal dihajar. Tapi menurut saya ini modifikasi yang sangat menaarik dan langka.

Sedang membawakan tari pasambahan, sumatera barat dalam sebuah acara di Convention hall UIN sukijo

Foto bersama

Kemudian saya kembali berkreasi dengan tarian moderen yang saya beri nama Gelo dance, tarian itu saya bawakan bersama teman-teman korp, dalam acara ulang tahun Korp Kaisar yang pertama. Maaf, saya tidak bisa melampirkan fotonya, karena fotonya ada bersama teman saya yang lain.
Setelah itu ADC kembali lagi menggarap produksi tari yang kedua, dengan tema Negeri Pencarian, dimana saat itu saya ditunjuk untuk menjadi seorang ratunya. Saya bak ratu pantai pesisir selatan.

Negeri Pencarian ; sebagai Ratu

Setelah Produksi tari yang ke dua ADC akan segera menggarap Produksi tari yang ketiga. Sebelumnya, saya juga melakukan hal yang sama kembali dengan sebuah tarian moderen yang juga terdapat tarian daerah didalamnya. Dan sayangnya, saya belum sempat menamai untuk itu.
Saya juga pernah di undang untuk sebuah penampilan dalam acara Seminar Nasional yang dilakukan oleh jurusan Ilmu Perpustakaan FAIB. Dimana, pada saat acara itu saya dan teman-teman sejrurusan membawakan tari piring yang berasal dari sumatera barat, bukan karena saya orang Padang, jadi saya hanya mengajarkan tarian khas Padang. Karena saya berdomisili di jogja, saya ingin memperkenalkan kepada masyarakat jogja dan khalayak umum tentang  terian-tarian padang, yang mungkin untuk tari piring sendiri sudah sangat banyak dikenal.

Tari Piring bersama teman-teman jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Sukijo

penampilan 33 etnis di nol km, Serangan Umum 1 maret, yogyakarta.
 
Penampilan tari dalam acara inagurasi fakultas Adab dan Ilmu Budaya

Persiapan dalam acara penyambutan tamu dari Malaysia

Dan untuk tarian ini, kita sudaah memakai pakaian khasnya, merah dan keemasan dan juga bertanduk.
Saya juga pernah nari dalam acara car free day yang di adakan oleh koran tribun jogja dibawah naungan ADC, kemudian juga mengikuti kemah budaya 33 etnis dan tampil dalam acara selendang sutera 33 etnis nusantara. Dan banyak lagi yang tidak cukup untuk dijelaskan disini.
Kecintaan saya terhadap tari ini ada semenjak saya berumur 3 tahun, hanya saja, saya benar merasa menari ketika di jogja, di UIN tepatnya. Disini saya begitu benar-benar mengembangkan bakat saya, mulai dari belajar menciptakan sebuah gerakan, make over, dll.
Ini merupakan kelebihan yang di berikan Tuhan kepada saya, yang harus saya jaga dan saya sykuri. Dan juga terimakasih untuk orangtua saya yang saya cintai, dan teman-teman saya yang selama ini masih istiqomah dalam mengembangkan bakatnya di bidang seni tari ini.

SemangArt.. :)


Jumat, 06 Februari 2015

Kuliah ngambil jurusan apa, ya?

Kuliah ngambil jurusan apa? 
pertanyaan ini mengitari isi kepala ketika seleksi PMDK. awalnya saya lebih memilih jurusan Hubungan Internasional, Perbandingan Agama dan Pendidikan Seni Tari, namun sistem musyawarah keluarga, masih saja berlaku untuk saya. banyak pihak yang kurang setuju untuk ketiga jurusan hasil pilihan saya sendiri. mereka bilang," semua itu bagus, jurusan ilmu perpustakaan lebih bagus, prospek kerja kedepan juga bagus, pustakawaan lagi banyak dibutuhkan.", kebetulan kakak saya juga ngambil jurusan Ilmu Perpustakaan UNPAD dulunya. yah, sekalian promosi mungkin, lagian waktu itu saya mikirnya ke Perpustakaan Sekolah aja jarang, nggak jarang sih, lebih tepatnya ke perpustakaan untuk nonton TV sambil ngadem, masa mau masuk jurusan ntuh? puyeng mikirinnya.. 
akhirnya, saya mulai berfikir sedikit demi sedikit lama-lama menjadi sakit, sakit rasanya memilih sesuatu yang sama sekali tidak diminati, namun untuk kebahagian orang tua, saya merelakan rasa sakit ini untuk dilalui. rekomendasi kakak saya Ilmu Perpustakaan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, karena disana dosen-dosennya lulusan ilmu perpustakaan juga, jadi lebih bagus dan lebih nyambung. yaaa, karna saya anaknya penurut, saya turuti saja yang terbaik, mungkin itu memang terbaik untuk saya yang kurang hobi baca buku. jadi, masuk jurusan ilmu perpustakaan biar dituntut banyak baca buku.
Beberapa minggu setelah UN selese, pengumuman jalur  PMDK pun keluar, deg-deg an rasanya, saya juga waktu itu masih ikut les intensif untuk SBMPTN, waktu perjalanan pulang temen-temen udah pada sms, nge chat, aduuh pokoknya udah rempong ngepoin saya lulus dimana, jurusan apa.. ya jadi nambah dagdigdug jantungnya. udah nyampe rumah saya Online dulu mau cepet-cepet ngeliat tulisan SELAMAT ANDA LULUS di...... . dan ternyata tulisanya bener banget, SELAMAT ANDA LULUS DI UIN SUNAN KALIJAGA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN. air mata saya berlinang terharu, terharu ateryata lulus di jurusan tersebut. dengan senang hati saya perlihatkan kepada orangtua, dan alhamdulillah mereka senang. 
Pada intinya kenapa saya memilih jurusan ilmu perpustakaan karena rekomendasi keluarga terutama kakak saya tadi, dan disisi lain saya memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan karena, saya ingin menjadi pribadi yang suka membaca sehingga nggak ketinggalan informasi, dan juga up to date akan informasi.
Ternyata oh ternyata, bener banget. jurusan ilmu perpustakaan itu nggak cuma nata buku, lagian, nata buku sebanyak itu nggak gampang, ada aturannya jugaa, nggak boleh ngasal, nanti anda tersesat lho mencari info yang dibutuhkan. nggak jagain perpustakaan aja, emangnya security??, dan nggak bersih-bersih perpustakaan. bener-bener jurusan keren yang pernah saya temui. INGAT! 10 tahun lagi tekhnologi makin canggih, dan tentunya perpustakaan pasti juga keren serba tekhnologi, nggak usah nunggu 10 tahun lagi deh, sekarang aja perpustakaan udah Otomasi, yaa pasti keren banget lah.
sepertinya anda mulai penasaran dengan jurusan satu ini, kalau iya, jangan sungkan, jangan ragu, dan jangan bimbang. PILIH jurusan ILMU PERPUSTAKAAN sebelum terlambat karena tidak ada kata terlambat.
SEMANGAT !!!
 

Senin, 03 Februari 2014

Puri Radha: VAP 1-2-14

Puri Radha: VAP 1-2-14: jika kau membawa kegelisahan dalam hatimu, kau hidup jika kau membawa cahaya impian dimatamu, kau hidup seperti hembusan angin, belajar un...